6 Cara Untuk Menjadi Seorang Yang Optimis

6 Cara Untuk Menjadi Seorang Yang Optimis

Berpikir positif membawa serta banyak manfaat, seperti kesejahteraan yang lebih baik dan tidur yang lebih baik. Untuk mulai menuai manfaat ini, periksa 6 cara ini untuk menjadi optimis.

Berikut 6 Cara Untuk Menjadi Optimis :

1. Buat Beberapa Mantra Positif

Sementara banyak dari kita percaya bahwa kebahagiaan kita – atau ketiadaannya – didasarkan pada hal-hal eksternal, kita sering kali yang menahan diri.

Banyak dari kita menjalani hari-hari kita memberi makan diri kita sendiri pesan-pesan negatif yang bahkan mungkin tidak kita sadari, meyakinkan diri kita bahwa kita “tidak cukup baik”, “tidak cukup pintar” atau “tidak cukup menarik”.

Untuk mulai berpikir lebih positif, Anda perlu mengubah pesan-pesan ini. Cobalah untuk mencari pikiran negatif yang muncul di kepala Anda dan menggantinya dengan pesan positif. Tuliskan mantra – mantra positif ini dan ulangi setiap hari.

2. Fokus Pada Kesuksesan Anda

Sebagian besar dari kita dengan senang hati mengakui keberhasilan dan prestasi orang lain; namun, jika menyangkut masalah kita sendiri, kita sering mengecilkannya atau mengabaikannya sama sekali.

Untuk mulai berpikir lebih positif tentang diri Anda, Anda perlu secara teratur mengingatkan diri sendiri tentang apa yang Anda miliki – dan dapat – capai.

Berhentilah mendengarkan kritik batin Anda, renungkan pencapaian masa lalu Anda, dan mulailah untuk benar-benar menghargai kesuksesan Anda dan apa yang Anda tawarkan.

3. Dapatkan Panutan

Jika Anda ingin menjadi seorang yang optimis, Anda dapat menemukan diri Anda sebagai teladan yang positif.

Apakah itu seorang kolega, teman dekat atau bahkan selebritas , pikirkan orang yang paling menyenangkan dan ceria yang Anda bisa. Selama beberapa minggu ke depan, lakukan percobaan dan cobalah berjalan-jalan dengan sepatu mereka.

Setiap kali negativitas mulai merayap masuk atau Anda menemukan diri Anda dalam situasi yang sulit, pikirkan: “apa yang akan (masukkan nama optimis terpilih) lakukan?” Jawab dengan jujur, lalu coba ikuti.

4. Fokus Pada Hal Positif

Penting untuk diingat bahwa bukan peristiwa itu sendiri yang membuat kami tidak bahagia, itu adalah interpretasi dan reaksi kami terhadap mereka, dan sementara Anda tidak selalu dapat mengubah acara, Anda dapat mengubah respons Anda.

Ketika situasi negatif terjadi, cobalah untuk membingkai ulang mereka dengan berfokus pada hal-hal positif atau apa yang dapat Anda pelajari dari situasi tersebut.

Mungkin Anda telah memperoleh kekuatan dan ketahanan batin, tumbuh lebih dekat dengan seorang teman melalui berbagi kesedihan Anda atau belajar sesuatu tentang diri Anda.

Cobalah yang terbaik untuk fokus pada apa yang telah Anda pelajari dan peroleh dari pengalaman Anda alih-alih pada apa yang telah hilang.

5. Jangan Coba Memprediksi Masa Depan

Ketika hal-hal tidak berjalan dengan benar dalam hidup, optimis cenderung memandang setiap peristiwa sebagai peristiwa yang terisolasi, sementara pesimis sering melihat-lihat pola nasib buruk dan berpikir “jika itu terjadi sekali, itu akan terjadi lagi”.

Namun, penting untuk tidak mencoba memprediksi masa depan berdasarkan apa yang telah terjadi sebelumnya.

Ingatlah bahwa rencana atau hubungan yang gagal tidak membuat Anda gagal dan hanya karena sesuatu yang mengecewakan telah terjadi sekali (atau lebih) itu tidak berarti itu akan terjadi lagi.

Lihat Juga Quotes-quotes Positif dan Optimis Lainnya di depoxito.

6. Kelilingi Diri Anda Dengan Hal Positif

Menghabiskan waktu dengan orang-orang negatif yang terus-menerus melihat yang buruk dalam setiap situasi adalah cara yang pasti untuk memastikan Anda terus merasa negatif juga.

Untuk membantu Anda tetap merasa optimis, Anda perlu mengelilingi diri Anda dengan orang-orang positif yang membantu Anda menghargai hal-hal baik dalam situasi dan kehidupan secara umum.

Ini juga berlaku untuk pengaruh lain dalam hidup Anda seperti musik, sastra, dan film – kelilingi diri Anda dengan pengaruh positif dan lihat efeknya pada keadaan pikiran Anda.

Lihat Juga : 5 Manfaat Utama Menjadi Optimis


5 Manfaat Utama Menjadi Optimis

5 Manfaat Utama Menjadi OptimisBerbahagialah ketika Anda memiliki jiwa yang optimis. Emosi dan pikiran positif tidak hanya menghasilkan energi positif bagi orang-orang di sekitar Anda, tetapi juga menghasilkan energi positif untuk tubuh dan jiwa.

Banyak penelitian yang telah dilakukan mengenai masalah optimisme menunjukkan bahwa begitu banyak manfaat yang bisa kita dapatkan untuk menjadi ahli kacamata.

Apa manfaat optimisme?

1. Rendah-optimis risiko serangan jantung

Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan 17 April 2012 di Journal of Psychological Bulletin, orang yang optimis memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung.
perasaan dan emosi positif seperti optimisme adalah bentuk kesehatan jantung yang sangat baik. Di sisi lain, perasaan negatif seperti pesimisme, kemarahan, kegelisahan, depresi, stres, dendam sangat buruk bagi kesehatan jantung.

Tidak kurang dari 200 penelitian yang dilakukan oleh Universitas Harvard menunjukkan bahwa emosi positif seperti optimisme, rasa syukur dan kebahagiaan yang dimiliki seseorang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Namun, bahkan tidak memperhitungkan faktor-faktor lain yang terkait dengan penyakit jantung dan risiko stroke, seperti usia, kondisi sosial ekonomi, kebiasaan merokok dan berat badan. Namun, efek emosi positif yang tampaknya terkait erat dengan kesehatan jantung, tidak dapat terlalu ditekankan.

Orang yang optimis berisiko 50% lebih rendah mengalami masalah jantung. Tidak hanya itu, para peneliti juga menemukan bahwa orang dengan emosi dan mental positif juga cenderung memiliki gaya hidup yang baik seperti berolahraga, makan makanan sehat dan cukup tidur.

gaya hidup yang baik tidak hanya optimis meningkatkan kesehatan jantung, tetapi juga dapat menurunkan tekanan darah, kadar lemak di tubuh bagian bawah, dan menjaga berat badan ideal mereka.

2. Orang yang optimis lebih bahagia dan kurang stres

Orang yang optimis umumnya merasa lebih bahagia dalam hidup dan memiliki tingkat stres yang lebih rendah.

Optimis melihat hal-hal dari sisi yang lebih positif. Akibatnya, tingkat kecemasan dan stres turun.

orang yang optimis lebih percaya diri dan berani memanfaatkan peluang. Mereka tidak menyerah dan tidak menyerah.

Dengan asumsi bahwa gagal, optimis melihat kegagalan sebagai tantangan yang harus dengan mudah diatasi, tidak berkelanjutan. Sebaliknya, mereka yang pesimistis cenderung terperangkap dalam pikiran yang membuat mereka depresi, depresi, dan stres.

3. Orang yang optimis lebih sehat dan hidup lebih lama

Seperti disebutkan di atas, tingkat stres optimis / hormon dalam tubuh mereka. Kadar hormon stres yang lebih rendah di dalam tubuh dapat merangsang sistem kekebalan tubuh dan alat ini akan menciptakan tubuh yang sehat.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Harvard, mereka biasanya optimis pada usia 25 tahun dan ternyata lebih sehat daripada mereka yang tidak optimis berusia 45 dan 60 tahun.

Studi lain menunjukkan pesimistis dan optimis bahwa pesimisme dapat memicu penyebaran infeksi, kondisi kesehatan yang buruk, dan kematian dini.

Sebuah studi di Amerika Serikat sekitar 100 ribu wanita juga menunjukkan bahwa orang yang optimis berisiko 14% lebih rendah meninggal akibat penyakit ganas.

Optimis4. Orang yang optimis akan lebih sukses dan berprestasi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang yang optimis sering “juara” dalam banyak hal, baik di sekolah, karier atau di bidang lain.

Mereka yang optimis masih termotivasi, tidak memberi, dan lebih mungkin menang dalam menghadapi situasi sulit.

Kepercayaan yang kuat dari orang-orang dengan perspektif mental dapat mendorong mereka untuk melakukan yang lebih baik dan percaya pada semua.

optimis melihat sesuatu dari perspektif yang lebih positif. Mereka yang optimis tidak mudah memberi dan terus “melangkah” maju untuk mencapai kesuksesan.

Bahkan di tim mereka ada permintaan tinggi. tim sinergis yang lebih optimis bersama dan menunjukkan hasil (hasil) yang lebih baik daripada mereka yang tidak optimis.

5. Optimisme adalah penyembuhan

Tidak hanya mencegah atau mengurangi risiko penyakit jantung dan banyak infeksi lainnya, optimisme juga menyembuhkan.
Dalam sebuah penelitian kesehatan yang dilakukan pada pasien yang mengalami depresi menemukan bahwa perawatan dengan pikiran positif seperti optimisme yang dilakukan selama 12 minggu lebih bernutrisi dan efektif untuk memperbaiki kondisi pasien daripada obat-obatan.

Studi lain yang dilakukan di Pusat Kanker Australia menemukan bahwa pasien kanker payudara optimis memiliki peluang pemulihan yang lebih besar daripada mereka yang pesimistis dan putus asa.

Jelas, ada banyak manfaat yang kita tahu ketika harus optimis. Karena itu, mulai sekarang, singkirkan perasaan negatif tentang diri kita sendiri. Biasakan diri Anda dengan perasaan positif seperti optimisme, syukur, dan kebahagiaan yang bisa Anda lihat dan jalani kehidupan Anda.

Jika Anda ingin anak Anda tumbuh menjadi orang yang optimis, Anda dapat menerapkan lima langkah ini untuk menumbuhkan semangat optimisme pada anak Anda.


Bagaimana Ya Menumbuhkan Sikap Optimis Dalam Diri Anak?

Bagaimana Ya Menumbuhkan Sikap Optimis Dalam Diri AnakOrang tua tentu ingin anaknya sehat secara fisik, merasa bahagia sepanjang hidup, dan memiliki masa depan yang cerah. Sebagai orang tua, kita tentu juga ingin agar anak memiliki sikap optimis yang berguna untuk kehidupannya kelak seperti sikap optimis bermain judi bola agar bisa selalu menang dalam judi yang dimainkannya tersebut.

Lalu, bagaimana menumbuhkan sikap optimis pada anak? Berikut dr. Kenneth Ginsburg, dokter spesialis anak, berbagi tips untuk Mums!

1. Tunjukkan dengan Tindakan

Daripada hanya mengatakan kepada anak untuk optimis, lebih baik langsung menunjukkannya atau memberikan contoh dengan tindakan. Misalnya, saat anak kehilangan barang, cobalah meminta anak untuk mencarinya terlebih dahulu sambil mengingat, daripada mengeluh tidak bisa menemukan barang yang hilang itu.

“Optimisme lebih baik ditunjukkan dengan tindakan. Anak-anak adalah cerminan dari perilaku orang tuanya. Cobalah untuk melakukan tindakan nyata dan mengendalikan keadaan yang tidak direncanakan,” ujar dr. Kenneth.

2. Mencegah Pikiran Negatif

Sulit untuk menunjukkan sikap optimis saat merasa negatif. Saat pikiran negatif timbul, tanamkan pada anak untuk bertanya kepada dirinya sendiri apakah pikiran itu dapat mengganggunya atau tidak. Lalu, apa yang akan terjadi jika ia terus memiliki pikiran yang negatif.

Selain itu, jika anak merasa dirinya tidak menguasai hal tertentu, tanamkan dalam dirinya bahwa ia belum bisa menguasai hal tersebut. Sebagai orang tua, Mums atau Dads bisa mengganti kata-kata yang negatif menjadi lebih positif untuk menanamkan sikap optimis pada anak.

3. Ajarkan Anak untuk Memandang Sisi Baik

Sesulit apapun, bantulah anak untuk memahami situasi dengan melihat bahwa ada sisi baik dan buruk dari hal-hal yang dialami. Misalnya, jika Mums atau Dads terjebak dalam antrean panjang di toko, katakan kepada anak sisi baik dari mengantre meski membutuhkan waktu yang lama.

Jika ada situasi yang tampaknya tidak bisa diperbaiki atau dipecahkan, bantu ia untuk memahami bahwa selalu ada sesuatu yang dapat dipelajari.

4. Biarkan Anak Gagal

“Anak-anak perlu belajar dan gagal untuk menanamkan sikap optimis. Hal ini agar mereka belajar mengatasi tantangan yang mungkin dialami suatu saat nanti,” tambah dr. Kenneth.

Bagaimana Ya Menumbuhkan Sikap Optimis Dalam Diri Anak5. Jadilah Orang Tua yang Penuh Kasih

Tunjukkan kepada anak bahwa Mums atau Dads menyayangi mereka. Luangkan waktu khusus setiap harinya untuk mereka. Jangan ragu untuk menunjukkan seberapa peduli dan sayangnya Mums atau Dads kepada mereka. Menurut Martin Seligman, penulis buku The Optimisc Child, anak-anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang cenderung lebih optimis.

6. Dengarkan Masalah Anak

Jika anak terbuka dan berbagi masalah dengan Mums, cobalah untuk mendengarkan mereka. Hal ini langkah terbaik yang bisa dilakukan Mums ataupun Dads.

Cobalah untuk bersikap mendukung dan tanggapi secara serius. Jangan menghakimi saat ia bercerita. Mendengarkan anak yang bercerita dapat membuatnya merasa dipahami, aman, dan dicintai.

Untuk menumbuhkan sikap optimis pada anak, terkadang ia harus gagal terlebih dulu. Dengan kegagalan atau kesalahan yang terjadi, ia akan belajar hal yang baru. Saat anak gagal, bantu ia belajar dari kegagalan itu.

7. Persiapkan Anak untuk Mengendalikan Stres

Terkadang, kehidupan dapat membawa anak pada situasi yang menegangkan. Saat ia mengalami masalah, bantu ia untuk memahami bagaimana cara menyelesaikan masalah. Jika ia terus memikirkan masalah itu, bantu ia untuk mengendalikan stres.

Yuk, lakukan tips di atas untuk menumbuhkan sikap optimis dalam diri si Kecil! Oh iya, kalau punya pertanyaan atau ingin meminta saran dengan Mums atau Dads lainnya, bisa lho memanfaatkan fitur Forum yang ada di aplikasi Teman Bumil! (TI/AS)


5 Cara Agar Selalu Optimis dalam Setiap Hal yang Dikerjakan

5 Cara Agar Selalu Optimis dalam Setiap Hal yang DikerjakanBagaimana cara selalu optimis? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau dikenal dengan KBBI, Optimis memiliki arti yaitu orang yang selalu memiliki sebuah pengharapan yang baik dalam menghadapi segala hal.

Bila dalam kondisi yang dilihat tidak ada sebuah kebaikan atau jalan terbaik, maka orang optimis akan menganggap hal lain.

Mereka akan senantiasa melakukan sesuatu yang tidak disangka-sangka. Maka, sangatlah wajar bila orang optimis ini selalu dilabeli dengan orang yang tidak realistis atau sebagai pemimpi belaka.

Contohnya saja, bila ada sekelompok orang yang tersesat di hutan dengan perbekalan yang sudah menipis serta alat-alat yag sudah tidak bisa diandalkan. Maka orang optimis, akan berpikir positif serta mencari jalan keluar terbaik dengan apa yang mereka miliki.

Bisa dibilang, orang optimis ini selalu memiliki sudut pandang yang berbeda dan memiliki sikap yang berbeda dalam menghadapi sebuah masalah.

Tentunya sikap optimis ini tidak semerta-merta bisa tumbuh dengan sendirinya. Perlu dipelajari, dilatih, dan dibiasakan. Sehingga apapun masalah yang dihadapi oleh orang optimis akan senantiasa ringan dalam menjalani kehidupan.

Bila Anda pun ingin menumbuhkan sikap optimis dalam setiap hal, berikut akan kami paparkan di bawah ini dalam pembahasan 5 cara agar selalu optimis.

Langkah Cara Agar Selalu Optimis dalam Setiap Hal

1. Bersyukur Apapun Keadaannya

Bersyukur Apapun KeadaannyaRasa syukur ini kerap kali terabaikan oleh setiap manusia. Padahal Allah pun telah berfirman dalam surat :
Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku. ( Surat Al-Baqarah ayat 152).

Perintah untuk bersyukur itu telah ada, karena dengan selalu bersyukur maka akan membangkitkan rasa optimis dalam menghadapi setiap hal.

Agar senantiasa bersyukur, Anda bisa melatihnya di pagi hari atau di malam hari ketika akan tidur. Coba ingat dan rasakan kembali, kejadian apa saja yang telah Anda lalui sehingga memang pantas untuk disyukuri.

Perkara syukur ini bukan saja tentang rasa senang saja, dibalik apa yang tidak kita senangi pun terkadang patut untuk disyukuri.

Sebagai contoh, ada orang yang tertinggal untuk darmawisata padahal sehari sebelumnya sudah berkemas dan menyiapkan dengan sebaik mungkin. Rupanya dengan keterlambatan tersebut membawa rasa penuh syukur bagi dirinya karena bus yang ditumpangi rekan-rekannya mengalami kecelakaan.

Atau contoh lain yang perlu disyukuri pula, Jangan iri dengan harta berlimpah atau kendaraan mewah yang dimiliki tetangga atau sanak sodara Anda. Boleh jadi, mereka pun resah harus membayar cicilan setiap bulannya.

Dengan hidup sederhana yang Anda lakoni, boleh jadi itulah sumber kebahagiaan Anda selama ini. Namun terkadang terlalu fokus pada hal lain.

Maka dari itu, untuk membangkitkan rasa syukur ini perlu dilatih setiap harinya. Bila perlu Anda bisa mencatatnya dalam sebuah buku. Pasti saat Anda menuliskannya rasa syukur yang Anda rasakan akan semakin banyak dan tidak akan terasa.

Bila sudah terlatih rasa syukur, rasa optimis pun akan hadir dan Anda akan menjadi pribadi yang baru senantiasa optimis dalam segala hal.

Dan yang terpenting adalah fokus pada apa yang Anda miliki dan lakukan hari ini serta jangan lupa bersyukur apabila pencapaian itu telah terlaksana.

2. Mengubah Sudut Pandang

Mengubah Sudut PandangSudut pandang pun menjadi hal yang terpenting dalam menumbuhkan sikap optimis. Bila Anda selalu memandang sesuatu dengan negatif maka akan sangat jauh untuk bisa optimis, sebaliknya bila selalu memandang sesuatu dengan positif maka sikap optimis itu akan selalu hadir dalam segala hal.

Contohnya saja, pernahkah Anda melihat seseorang selalu mengeluhkan sesuatu yang dialaminya? Atau jangan-jangan Anda sendiri masih sering mengeluh terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan Anda?

Mengeluh bukan tidak boleh, namun tidak baik pula bila sering diucapkan. Karena mengeluh bisa menyurutkan rasa optimis yang ada. Serta mengubah sudut pandang Anda terhadap sesuatu yang sebenarnya bisa teratasi dengan baik.

Bila Anda belum pernah mengerjakan sesuatu di luar kemampuan Anda, maka cobalah untuk berpikir jernih dan ubah sudut pandang Anda pada hal yang positif.

Tips sederhana untuk bisa melihat sesuatu dari sudut pandang positif adalah fokus pada penyelesaian masalahnya dan cari cara yang bisa Anda lakukan sesuai dengan kemampuan.

Dengan begitu, sikap optimis pun akan selalu hadir dalam diri Anda yang memang sudah terbiasa melihat sesuatu dengan positif. Jangan dulu mengeluh sebelum Anda mencoba. Dengan mengeluh maka Anda akan menjadi orang rugi.

Mengubah sudut pandang pun ada kaitannnya dengan poin pertama yaitu tentang bersyukur. Keterkaitan dua hal tersebut, contohnya seperti “Biaya masuk sekolah setiap tahunnya selalu bertambah, pasti ada rasa cemas dalam diri apakah mampu untuk menyekolahkan anak”

Anda bisa mengubah pertanyaan di atas menjadi hal yang optimis, yaitu “Biaya sekolah setiap tahun memang mahal, Tetapi saya percaya Allah akan berikan jalan yang mudah bagi saya untuk melewatinya. Saya yakin akan ada rezeki lain yang menghampiri saya enath itu besok, usa, atau di waktu yang tepat.”

Bagi seseorang yang tidak memiliki sikap optimis, pasti akan menyerah dan mengeluh. Bila sudah begitu, dia pun akan enggan untuk berusaha karena setiap apa yang dilakukan akan sia-sia dan tidak akan berhasil.

3. Bersahabat dengan Orang Optimis

Ingat! Anda bukanlah malaikat yang senantiasa untuk sempurna dalam melakukan sesuatu. Rasa kecewa, sedih, kesal, marah, putus asa, dan lain sebagainya pasti pernah hinggap pada diri.

Namun bukan berarti dengan tidak sempurnya Anda menjadikan sikap optimis tidak bisa untuk dilakukan. Tetap bisa dilakukan dengan cara bergaul atau bersahabat dengan orang-orang optimis pula.

Bersahabat dengan orang-orang optimis akan memberikan aura positif bagi diri. Mereka akan hadir membawa semangat baru dan juga menularkan optimisnya pada Anda.

Lihatlah cara mereka dalam memandang atau menyelesaikan masalah. Apa yang mereka lakukan bisa ditiru, diamati, juga dilakukan. Semakin sering Anda bergaul bersama orang-orang optimis, maka tidak ada ruang sedikit pun dalam diri Anda untuk menerima hal-hal yang negatif.

4. Berani untuk Bermimpi

Berani untuk BermimpiCara berikutnya agar Anda menjadi orang yang optimis adalah berani untuk bermimpi. Bermimpi memang kerap kali selalu mendapat cibiran dari orang-orang. Tetapi cobalah lihat dan baca sejarah orang-orang sukses, mereka pun menjadi orang besar diawali dengan bermimpi.

Tentunya cibiran dari orang-orang yang meremehkan mereka dijadikannya sebagai sebuah tantangan untuk bisa meraih mimpi tersebut. Selain itu, yang terpenting adalah mereka memiliki cara untuk bisa mewujudkannya dengan sikap optimis yang dimilikinya.

Bermimpi adalah sebuah perkara yang mudah, maka dari itu untuk memulainya bisa dengan menuliskan mimpi-mimpi tersebut. Setelah Anda menulisnya, langkah berikutnya adalah mulai untuk mewujudkan mimpi tersebut dari apa yang mudah untuk dilakukan.

Contohnya, bila Anda bermimpi untuk menjadi seorang trainer yang handal maka yang perlu Anda lakukan adalah menguasai tentang cara publik speaking atau bisa pula berguru pada ahlinya.

Jangan takut dengan kegagalan, karena dengan begitu Anda bisa belajar dan terus mengevaluasi apa-apa yang sepatutnya layak untuk diperjuangkan. Dan yang terpenting hindari untuk menyepelakan diri sendiri. Yakinlah, bahwa Anda mampu dan bisa menjadi orang yang sukses.

5. Melakukan Aktivitas yang menyenangkan dan Bermanfaat

Cara selanjutnya agar Anda selalu optimis dalam setiap hal adalah melakukan aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat.

Contohnya saja, Anda bisa melakukan sesuatu tanpa harus ada paksaan dari orang lain. Bisa dengan memilih kegiatan yang sesuai dengan bakat dan minat Anda. Jika waktu bersama keluarga membuat Anda nyaman, maka lakukanlah hal tersebut.

Atau bila Anda senang membantu orang lain, ingin selalu membuat orang tertawa, maka jangan ragu untuk melakukannya dan melakukannya dengan rutin.

Selain melakukan hal yang menyenangkan, Anda pun bsia melakukan hal yang bermanfaat. Terutama bermanfaat untuk diri sendiri, seperti berolahraga karena bisa membuat tubuh Anda sehat secara fisik dan rohani.

Atau tidak ada salahnya, setiap sebulan atau seminggu sekali mengadakan pengajian rutin. Apabila hal tersebut bisa membuat Anda selalu optimis dan bergairah menghadapi hidup.

Aktivitas di atas selain bisa menumbuhkan rasa optimis juga bisa menghilangkan hal yang negatif. Karena Anda telah menyalurkan emosi tersebut pada aktivitas yang tepat.

Untuk melakukan aktivitas di atas tidak harus dilakukan setiap saat. Karena Anda mengetehaui kapan hal tersebut harus dilakukan, maka janganlah menunda-nunda lagi sebelum rasa optimis tersebut hilang dalam diri.